Media yang diperkenalkan kepada
anak-anak pada era serba canggih ini,
memicu anak-anak untuk membaca,mengakses maupun menonton tayangan yang beraneka
ragam dengan mudah. Salah satunya adalah ksatria baja hitam atau kalo
dibahasakan jepang bernama Kamen Rider,yaitu sosok pahlawan pembasmi kejahatan.
Dulu ksatria baja hitam sangat digandrungi oleh anak-anak kecil dan sampai
sekarang pun masih tetap digardung.Teman-teman tentu masih ingat dengan wujud dari ksatria baja
hitam yang dulu pernah ditayangkan pada salah satu saluran tv swasta, berikut
perwujudannya:
Semakin berkembangnya zaman,berubah pula karakter dan alur
cerita dari kamen rider yang disesuaikan oleh zaman. Pada zaman sekarang
bermunculan kamen rider baru sebagai penerus dari kamen rider terdahulu,salah
satunya adalah Kamen Rider Den-O,berikut perwujudannya :
Selain tokoh pahlawan tersebut anak-anak punya media lain
untuk tontonan mereka. Media tontonan lain tersebut berupa kartun atau animasi.
Dikarenakan media kartun ini sudah beraneka ragam dan banyak yang tidak
mendidik, akhir orang tua lebih selektif untuk memilihkan tontonan kartun,orang
tua lebih memilih kartun yang bergenre edukatif
agar anak mereka dapat mempelajari sesuatu hal yang baik dari apa yang
mereka tonton. Salah satu dari kartun
atau animasi yang bergenre edukatif ini
adalah Special Agent OSO. Yang ditayangkan pada saluran tv luar negri yaitu
Disney Channel,buat yang belum tau berikut penapakannya :
PERBANDINGAN
Data umum
|
Jenis : Film
Judul : Kamen Rider Den-O
Episode : The Movie Den-O triology episode Yellow
Durasi : 1 jam 12 menit 14 detik
|
Jenis : Animasi
Judul : Spesial Agent OSO
Episode : Birtday is Forever
Durasi : 12 menit 15 detik
|
Penyampaian content
|
Film pahlawan fantasi
|
Film animasi Edukatif
|
Content
|
.Bercerita
perjuangan kamen rider diend untuk menyelamatkan harta karunnya yang dulu
sempat hancur.
|
Cerita
tentang agen spesial berbentuk beruang
lucu yang ingin menyelesaikan misi, senang menolong orang. Dalam cerita ini
agen oso ingin menyelamatkan ulangtahun sahabatnya
|
Tujuan / materi yang ingin disampaikan/pelajaran yang bisa diambil
|
ü Bagaimana
kita percaya dengan teman.
ü Bagaimana
kita membantu teman dalam kebaikan.
ü Belajar
untuk mengembalikan barang yang pernah di pinjam.
ü Belajar
bahwa mencuri itu bukan perbuatan yang baik.
ü Berlajar
untuk tidak mudah untuk menyerah.
|
ü Belajar
membuat kreasi tangan (pada film ini membuat topi ulang tahun sendiri).
ü Belajar
mengenal tanda (pada film ini mengenal rambu berhenti).
ü Belajar
untuk menghubungkan kedua belah sisi (pada film ini menghubungkan selang rem
dan benang pada topi ulang tahun).
ü Belajar
untuk berbagi dan mengalah kepada saudara yang lebih muda.
ü Belajar
untuk membantu teman apa bila mengalami kesulitan.
|
Sasaran pembaca/penonton
|
ü Semua
umur, namun lebih cocok untuk usia anak akhir keatas, karena adegan yang
sedikit keras.
ü Baik
untuk anak laki – laki , karena mengandung unsur action yang disukai
anak laki-laki.
|
ü Anak
balita mau pun Anak awal
ü Cocok untuk anak laki-laki mau pun perempuan
dikarenakan pada film ini berisi penanaman moral dan pembentukan kreativitas.
|
Pengemasan media (kelebihan & kelemahan)
|
ü Nilai
yang ingin disampaikan mudah cukup sulit diterima oleh anak dikarenakan
anak-anak biasanya hanya mengambil sisi actionnya saja,tidak mempertimbangkan
nilai atau pesan moral didalamnya.
ü Adegan
yang keras tetapi mengandung unsur keluar darah dari tubuh.
ü Dikemas
dalam bentuk komedi action yang sangat menarik bila ditonton oleh siapa pun.
|
ü Nilai
yang yang disampaikan mudah diterima oleh anak – anak,namun untuk penanaman
nilai moral yang lebih butuh bimbingan dari orang tua.
ü Karakter
utama dibuat dalam bentuk hewan dan warna yang menarik agar anak-anak mudah
untuk mengingat dan menyukai karakter tersebut.Sesuai untuk anak balita
dan anak awal,Namun untuk anak tengah dan anak akhir akan menjadi tontonan
yang membosankan.
|
Teori yang relevan
|
ü Anak
belajar mengamati apa yang dilakukan oleh orang lain. Melalui belajar
mengamati (juga disebut "modelling" atau "imitasi"),
Anak, secara kognitif, menampilkan perilaku orang lain dan kemudian barang
kali mengadopsi perilaku dalam diri kita sendiri (Bandura,dalam
Santrock,2002)
|
ü Anak-anak
dalam tahap operasional konkret, sehingga lebih mudah mengajarkan anak dengan
model. Sehingga untuk menirukan apa yang mereka liat melalui media lebih
mudah.(Piaget, dalam Santrock, 2004).
|
Setelah dibandingkan dari kedua film tersebut, bisa kita
lihat bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan dari esensi kedua film. Film
agen OSO yang memang notabenya film edukasi sangatlah memperlihatkan pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh film
tersebut,cara penyampainnya lugas dan mudah dipahami oleh anak-anak ,seperti agent
OSO yang mengajarkan cara membuat kerajinan tangan topi ulang tahun. Selain itu ditanamkan pulam nilai
berbagi kepada sesama serta mengalah kepada saudara yang usianya jauh lebih
muda. Sedangkan untuk film kamen rider yang bergenre action ini memiliki esensi
yang yang cukup sulit di terima oleh anak-anak ,supaya anak-anak dapat memahami
esensi dari film tersebut butuh bimbingan dan dampingan dari orang tua ketika
anak-anak menonton film ini. Ketika anak menonton film ini tidak didampingi
oleh orang tuanya esensi dapat dipahami oleh si anak hanya dari segi actionnya saja,bukan dari penanaman
moral yang disampaikan lewat adegan tersebut.
Menurut saya agen OSO baik untuk tontonan anak-anak, karena
pesan – pesan di tiap episodenya pasti bervariasi dan menceritakan tentang
dunia anak-anak sehingga anak-anak mudah untuk memahaminya. Akan tetapi untuk
anak-anak yang usianya jauh lebih besar tontonan agent OSO ini akan sangat
membosankan. Sedangkan untuk kamen rider,film ini sangat menarik untuk ditonton
oleh anak-anak karena mencerita pahlawan fantasi yang dapat mengembangkan daya
imajinasi anak. Kemasan dari film ini sangat menarik karena dibalut oleh
humor yang dapat diterima oleh semua umur,akan tetapi film ini mengandung unsur
kekerasan (adegan pertarungan dengan monster) yang bisa berdampak buruk pada
anak ketika menonton film tersebut tidak didampingi oleh orang tuanya.
Saran saya orang tua harus mendampingi anak mereka ketika menonton,sehingga orang tua dapat mengetahui dampak apa yang dapat diterima oleh anak setelah menonton film tersebut. Apakah itu berdampak baik atau berdampak buruk bagi perilaku anak mereka. Tujuan orang tua mendampingi anaknya ketika menonton adalah anak tidak menelan mentah-mentah apa yang dia lihat,orang tua harus menjelaskan esensi dari film tersebut agar anak lebih paham apa nilai yang baik dan buruk dari film tersebut. Peran orang tua disini harus sebagai filter untuk anak-anak mereka, agar anak-anak mereka tidak sembarangan dalam memilih dan menonton tontonan yang memberikan dampak buruk bagi mereka.
Apa bedanya dengan baja hitam Kotaro Minami, Galih?hehe
BalasHapusBeda bu,kalo baja hitam kotaro minami menitik beratkan pada cerita serius dan 1 karakter yang sama,kalo yang den-o karakternya beragam dan alur ceritanya penuh komedi,hehe
Hapus